Di banyak sekolah, terutama sekolah kecil dan sekolah di daerah, jadwal disusun dengan satu kenyataan yang tidak bisa dihindari. Ada mata pelajaran yang harus diajarkan tapi tidak ada guru dengan latar belakang bidang itu. slot gacor Yang terjadi kemudian adalah penugasan silang, guru bahasa mengajar sejarah, guru olahraga mengajar prakarya, guru matematika mengajar fisika. Praktik ini begitu umum sampai jarang dibicarakan sebagai persoalan.
Kenapa Ini Bisa Terjadi Begitu Luas
Penyebabnya bertumpuk dan sebagian besar bersifat struktural.
Jumlah jam mengajar minimal yang harus dipenuhi guru untuk syarat tertentu membuat guru yang mata pelajarannya sedikit jamnya perlu mengisi kekurangan dari pelajaran lain. Sementara itu, mata pelajaran tertentu seperti fisika, kimia, dan matematika memang mengalami kekurangan lulusan yang mau ditempatkan di daerah tertentu.
Sekolah yang jumlah rombongan belajarnya kecil juga tidak mungkin punya guru khusus untuk setiap mata pelajaran karena jam mengajarnya tidak akan penuh. Maka satu orang memegang beberapa bidang sekaligus.
Dalam kondisi itu, penugasan silang bukan kelalaian melainkan cara sekolah tetap berjalan.
Apa yang Berubah di Dalam Kelas
Guru yang mengajar di luar bidangnya tetap bisa menyampaikan isi buku dengan benar. Yang biasanya berbeda ada di lapisan yang lebih dalam.
Pertama, kemampuan menjawab pertanyaan yang keluar dari alur buku. Ketika siswa bertanya kenapa suatu rumus berbentuk demikian, atau apa yang terjadi kalau salah satu syaratnya diubah, guru dengan penguasaan bidang bisa menjawab dan mengembangkan. Guru yang penguasaannya sebatas materi yang akan diujikan cenderung mengarahkan pertanyaan itu kembali ke buku.
Kedua, kemampuan mengenali kesalahpahaman yang khas. Setiap bidang punya salah pengertian yang berulang di kepala pemula, misalnya anggapan bahwa benda yang lebih berat pasti jatuh lebih cepat. Guru yang menguasai bidangnya mengenali tanda-tandanya dari cara siswa menjawab dan tahu cara membongkarnya. Guru yang baru mempelajari materinya semalam sebelumnya sering tidak menangkap bahwa jawaban yang benar pun bisa keluar dari pemahaman yang keliru.
Ketiga, pemilihan bagian yang penting. Semua bidang punya bagian inti yang menjadi dasar bagi materi berikutnya dan bagian yang sifatnya pelengkap. Tanpa penguasaan bidang, semua bab terlihat sama pentingnya, sehingga waktu dibagi rata dan bagian dasar tidak mendapat porsi yang cukup.
Efek yang Menumpuk ke Jenjang Berikutnya
Dampaknya tidak berhenti di satu tahun ajaran. Mata pelajaran yang bertingkat seperti matematika dan ilmu alam mengandaikan penguasaan tahun sebelumnya.
Siswa yang melewati satu tahun dengan pengajaran yang hanya sampai permukaan akan menghadapi materi berikutnya dengan dasar yang berlubang. Kesulitan yang muncul kemudian terlihat seperti masalah kemampuan siswa, padahal sumbernya ada di tahun sebelumnya dan tidak pernah tercatat di mana pun.
Jalan Tengah yang Sering Dipakai
Beberapa sekolah menanganinya dengan cara yang cukup masuk akal tanpa menunggu penambahan guru. Kelompok kerja guru mata pelajaran antar sekolah dipakai untuk berbagi bahan dan membahas materi yang sulit sebelum diajarkan. Guru yang ditugasi di luar bidangnya mengikuti pembahasan bersama guru yang bidangnya sesuai dari sekolah lain.
Cara lain adalah pembagian tugas yang lebih terarah. Kalau memang harus ada penugasan silang, menempatkannya di kelas awal yang materinya lebih dasar biasanya lebih aman dibanding di kelas akhir yang materinya bertumpu pada penguasaan sebelumnya.
Penutup
Penugasan guru di luar bidang keahliannya adalah gejala dari persoalan penyediaan dan penempatan tenaga pengajar, bukan persoalan kemauan guru yang bersangkutan. Guru yang menjalaninya umumnya bekerja keras mempelajari materi yang bukan bidangnya sambil tetap mengajar bidangnya sendiri. Yang perlu diakui adalah bahwa kerja keras itu tidak sepenuhnya bisa menggantikan penguasaan yang dibangun bertahun-tahun, dan selisihnya ditanggung oleh siswa dalam bentuk pemahaman yang tidak pernah terbentuk utuh.